Ekologi Perairan Payau (fromDosen MK :
Dr.Ir.H. JAILANI, MP)
A. Pengertian
Ekologi Perairan
Hubungan timbal Balik Antara
komponen Biotik dan abiotik khususnya di wilayah perairan
B. Macam-macam
perairan
Perairan laut
Perairan Tawar
Perairan Kasturi
Perairan Umum
C. Perairan
Lamun di wilayah Pesisir
Indonesia
merupakan kepulauan yang terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 81.000
km (Supriharyono, 2000; Fortes, 1988). Dahuri et al. (2001) menyatakan
wilayah pesisir dapat dianggap sebagai daerah pertemuan antara daratan dan laut.
Perumahan
penebangan hutan
pertanian, dan lain-lain
pada akhirnya akan memb
erikan dampak terhadap wilayah pesisir, baik secara langsung maupun tidak, yaitu melalui aliran sungai dan badan-badan air lainnya di darat.
erikan dampak terhadap wilayah pesisir, baik secara langsung maupun tidak, yaitu melalui aliran sungai dan badan-badan air lainnya di darat.
·
Demikian
juga kegiatan manusia di laut seperti transportasi dan penambangan hasil bumi
akan dapat memberikan dampak terhadap pesisir, karena adanya aliran arus,
gelombang, dan angin (Budiharsono, 2001)
·
Produktivitas primer tiga ekosistem
utama laut dangkal (Hutomo, 1985)
Tipe
Ekosistem
|
Produktivitas
Primer
gram
C m-2 tahun-1
|
Terumbu
karang
Padang
lamun
Mangrove
|
1.460
– 3.650
1.095
– 4.380
2.920
|
D.
Fungsi keberadaan Vegetasi Lamun Bagi bahari (Fortes,
1989)
1. Sebagai produser primer
Lamun memfiksasi sejumlah karbon organik dan
sebagian besar memasuki rantai makanan, baik melalui pemangsaan langsung oleh
herbivora maupun proses komposisi sebagai serasah, meningkatkan
kelimpahan fitoplankton
dan zooplankton tersebut. Dengan cara ini, energi yang diserap oleh lamun
dialihkan ke ekosistem terumbu karang (Supriharyono, 2000; Ikawati et al,.
2001)Nutrien zat organik terlarut
Zat organik berbentuk butiran
Ruaya hewan
Gambar Interaksi
antara tiga ekosistem laut dangkal terumbu karang,
padang lamun dan mangrove, (Unesco, 1983)
2. Sebagai habitat
biota
Lamun
memberikan perlindungan dan tempat berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan renik.
Komunitas flora dan fauna lamun mempunyai komposisi yang khas. Daunnya
mendukung sejumlah besar organisme epifitik dengan suatu substrat yang cocok
untuk menempel (Sari, 2003).
Den Hartog
(1970); Kikuchi (1980); dan Pollard (1984), membagi komunitas hewan di padang
lamun berdasarkan mikrohabitatnya serta pola kehidupan hewannya dalam empat
kategori.
Kategori pertama ialah biota yang
hidup di daun, terdiri dari:
(a) flora epifitik dan mikro serta
makrofauna yang hidup di dalamnya (Protozoa,
Foraminifera,
Nematoda, Polychaeta, Rotifera, Tardigrada, Copepoda, dan Artrhopoda);
(b) fauna sesil (Hidrozoa, Actinia,
Bryozoa, Polychaeta, dan Ascidia)
(c) epifauna bergerak, merayap, dan
berjalan di daun (Gastropoda, Polychaeta,
Turbelaria, Nemertinia, Crustacea dan beberapa Echinodermata)
(d) hewan-hewan yang bergerak tetapi
dapat beristrahat di daun (Mysidaceae,
Hydromedusa, Cephalopoda, dan Syngnathidae: ikan-ikan tangkur)
.
.
Kategori kedua ialah biota
yang menempel pada batang dan rhizoma, biota yang termasuk kategori ini ialah
Polychaeta dan Amphipoda.
Kategori
ketiga ialah spesies yang bergerak dan hidup di perairan di bawah tajuk daun,
berupa ikan, udang dan cumi-cumi. Hewan-hewan yang bergerak cepat ini dibagi
dalam sub kategori berdasarkan periode mereka tinggal di padang lamun, yaitu:
(a) penghuni tetap; (b) penghuni musiman; (c) pengunjung temporal, dan (d)
peruaya yang tak menentu.
Kategori
keempat ialah hewan-hewan yang hidup pada dan di dalam sedimen. Semua jenis
bentos, baik epifauna maupun infauna, termasuk dalam kelompok ini.
Romimohtarto
dan Juwana (2001) menyatakan bahwa padang lamun sebagai habitat biota berfungsi
sebagai daerah asuhan atau daerah perlindungan bagi kelangsungan hidupnya.
Padang lamun mempunyai berbagai peranan penting bagi kehidupan ikan, selain
sebagai daerah asuhan dan perlindungan juga sebagai makanan dan padang
penggembalaan atau tempat mencari makanan (Allen dan Steene, 2000). Berdasarkan
hasil penelitian Hutomo dan Azkab (1987) di Pulau Burung diperoleh beberapa
famili dan subfamli ikan yaitu: Dussumieriidae, Synodontidae, Atherinidae,
Leiognathidae, Gerreidae, Mullidae, Chaetodontidae, Eleotridae,
Platychepalidae, Canthigasterinae, Monocanthinae, Pomacentridae, Labridae
Scaridae, Blenniidae, Congrogadidae, Callonymidae, Siganidae, Gobiidae, dan
Gobiotidae.
Purwanto
dan Putra (1984) mengatakan bahwa ikan menjadikan padang lamun sebagai daerah
asuhan bagi ikan-ikan muda seperti famili Pomadasyidae, Lutjanidae, Scaridae,
dan beberapa jenis ikan sebagai penghuni musiman dalam ruaya melengkapi siklus
hidupnya.
Menurut
Hutomo dan Azkab (1987), padang lamun dijadikan sebagai tempat penggembalaan
beberapa jenis ikan karnivora. Kelimpahan terbesar didapatkan pada malam hari,
utamanya dari famili Pomadasyidae, Lutjanidae, dan Holocentridae. Famili
Pomadasyidae merupakan ikan-ikan karang berukuran besar yang bermigrasi ke
padang lamun pada malam hari untuk mencari makan (Hutomo dan Martosewojo,
1977).
0 Komentar