Tumbuhan Air(Aditya Irawan, S.Pi.,M.Si
)
“”Wahhh . . . Di
pembahasan ini ada banyak sekali Materi
yang Diberikan, jadi mungkin akan Sedikit panjang tulisan Saya kali ini,
yah lebih tepatnya copas materi dosen Aditya Irawan, S.Pi.,M.Si .
. hehe :D YukKksss Belajar . . .!!!
SUB POKOK BAHASAN :
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (PENDAHULUAN)
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (PENDAHULUAN)
1.
Pengertian
·
Tumbuhan adalah
sesuatu yang sifatnya hidup dan bertambah besar atau berkembang yang mempunyai
batang, akar da
un dan sebagainya serta mempunyai inti sel dan klorofil.
un dan sebagainya serta mempunyai inti sel dan klorofil.
·
Tumbuhan Air adalah
tumbuhan di air yang hidup mengapung, melayang atau di dasar perairan dengan
siklus hidupnya hanya berada di air.
·
Gambar Hiburan Pemahaman
2.
Grafik Tumbuahan Air berdasarkan Ukuran
3
Arti Penting Mempelajari Tumbuhan
1. Berdasarkan Spesies (Individu)
- Mengenal secara spesifik spesies
(individu) tertentu terutama siklus hidupnya
- Upaya pengembangan (budidaya)
bioteknologi dan pelestarian lingkungan
- Sebagai sumber makanan alternatif
- Material obat-obatan dan makanan
kesehatan
- Pengendalian populasi (fisik, kimia
dan biologi)
2. Berdasarkan
Komunitas
a.
Sebagai fungsi ekologis (Biologi, kimiawi)
b.
Sebagai fungsi fisik
c.
Produktivitas Perairan
SUB POKOK BAHASAN :
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (MORFOLOGI TUMBUHAN)
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (MORFOLOGI TUMBUHAN)
4. Pendekatan mengenai morfologi tumbuhan lebih
dititikberatkan pada tumbuhan kormus. Kormus adalah tubuh tumbuh-tumbuhan yang
hanya dimiliki oleh Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tumbuhan
biji), sehingga dikelompokkan ke dalam Cormophyta (tumbuhan kormus).
5. Kormus
merupakan tubuh tumbuh-tumbuhan yang dengan nyata memperlihatkan diferensiasi
dalam tiga bagian pokok : Akar (radix), batang (caulis) dan daun (folium).
6. Bagian lain pada tubuh tumbuh-tumbuhan dapat
dianggap sebagai metamorfosis bagian-bagian pokok, misalnya :
o
Kuncup (gemma), bunga (flos) dan Umbi
lapis (bulbus), merupakan metamorfosis batang dan daun
o
Duri (spina) merupakan metamorfosis dahan
maupun daun
o
Alat pembelit (cirrhus) merupakan
metamorfosis daun, dahan atau cabang
o
Umbi (tuber) merupakan metamorfosis batang
o
Rimpang (rhizoma) merupakan metamorfosis
batang beserta daunnya
7. AKAR (Radix)
Akar biasanya mempunyai sifat-sifat berikut :
- Mempunyai
bagian tumbuhan yang terdapat di
dalam tanah, dengan arah tumbuh kepusat bumi (geotrop) atau menuju
ke air (hidrotrop).
- Tidak
berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik
maupun bagian-bagian lainnya.
- Warna
tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan
- Tumbuh
terus pada ujungnya, tetapi tidak secepat pertumbuhan batang.
- Bentuk
seringkali meruncing, hingga lebih mudah menembus tanah
Akar bagi tumbuhan mempunyai tugas, untuk :
- Memperkuat
berdirinya tumbuhan
- Untuk
menyerap air dan zat hara yang terlarut dalam air dari dalam tanah
- Mengangkut
air dan zat hara ke bagian tumbuhan lainnya.
- Kadang-kadang
sebagai tempat untuk menimbun makanan.
8. KLASIFIKASI
KLASIFIKASI bertujuan
untuk untuk menyederhanakan obyek studi itu pada dasarnya tidak lain daripada
mencari keseragaman dan keanekaragaman.
Bertapa pun besarnya
keanekaragamanyang dilihatkan oleh populasi, pastilah dapat kita temukan di
antara warga populasi itu kesamaan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu.
Kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan dasar dalam mengadaklan
klasifikasi.
9. IDENTIFIKASI
Melakukan
identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas (jati
diri) suatu tumbuhan, yang dalam hal ini tidak lain daripada menetukan namanya
yang benar dan tempat yang tepat dalam sistem klasifikasi.
Istilah identifikasi
sering juga digunakan istilah DETERMINASI (bhs Belanda : determinasi = penentuan)
Mengidentifikasi suatu
selalu menghadapi 2 kemungkinan :
- Tumbuhan yang akan diidentifikasi
itu belum tentu dikenal dunia ilmu pengetahuan, belum tentu ada nama
ilmiahnya, juga belum tentu tumbuhan itu berturut-turut dimasukkan di
dalam kategori yang sama.
- Tumbuhan yang akan diidentifikasi
itu sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, sudah ditentukan nama dan
tempatnya dengan tepat dalam sistem klasifikasi.
SUB POKOK
BAHASAN :
MANGROVE
MANGROVE
10. UU No. 41 tahun
1999 tentang kehutanan :
HUTAN adalah suatu kesatuan
ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang dominasi
pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lannya tidak
dapat dipisahkan.
MENGROVE adalah vegetasi
hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut, tetapi juga dapat tumbuh pada
pantai karang, pada dataran koral mati yang diatasanya ditimbuni selapis tipis
pasir atau lumpur (pantai berlumpur)
l HUTAN
MANGROVE merupakan komunitas vegetasi pantai
tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan
berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur (Bengen, 2000).
11. Karakteristik Habitat
l Umumnya
tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau
berpasir.
l Daerahnya
tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang
pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi
hutan mangrove.
l Menerima
pasokan air tawar yang cukup dari darat.
l Terlindung
dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat
l Air
bersalinitas payau (2 – 22 permil hingga asin (mencapai 38 permil).
12. Karakteristik
Habitat
l Umumnya
tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau
berpasir.
l Daerahnya
tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang
pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi
hutan mangrove.
l Menerima
pasokan air tawar yang cukup dari darat.
l Terlindung
dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat
l Air
bersalinitas payau (2 – 22 permil hingga asin (mencapai 38 permil).
13. Fungsi dan
Manfaat Mangrove
l Sebagai
peredam gelombang dan angin badai, pelindung dari abrasi, penahan lumpur dan
perangkap sedimen.
l Penghasil
sejumlah besar detritus dari daun dan dahan pohon mangrove.
l Daerah
asuhan (nursery grounds), daerah mencari makan (feeding grounds)
dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan
biota laut lainnya.
l Penghasil
kayu untuk konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang dan bahan baku kertas
(pulp).
l Pemasok
larva ikan, udang dan biota laut lainnya.
l Sebagai
tempat pariwisata.
14. Jenis dan Zonasi
Mangrove????
15. Terdapat 3 (tiga)
karakteristik morfologi dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis
tumbuhan mangrove???
16. Kerusakan Ekosistem
Mangrove
Penyebab kerusakan
mangrove :
Tekanan penduduk yang
tinggi sehingga permintaan konversi mangrove juga semakin tinggi.
Perencanaan dan
pengelolaan sumberdaya pesisir di masa lalu bersifat sangat sektoral.
Kurangnya kesadaran
“masyarakat” tentang konservasi dan fungsi ekosistem mangrove.
Kemiskinan masyarakat
pesisir.
Dampak yang paling
menonjol dari kerusakan ekosistem mangrove :
DAMPAK SECARA FISIK
: (1) erosi pantai (2) kerusakan perumahan dan harta benda akibat badai (3)
terjadi intrusi air laut.
DAMPAK SECARA EKOLOGIS
dapat mengakibatkan penurunannya kesuburun perairan dan kualitas perairan
pesisir.

0 Komentar