Tumbuhan Air(Aditya Irawan, S.Pi.,M.Si )
Syahidul Akbar, 1 November 2015\

“”Wahhh . . . Di pembahasan ini ada banyak sekali Materi  yang Diberikan, jadi mungkin akan Sedikit panjang tulisan Saya kali ini, yah lebih tepatnya copas materi dosen Aditya Irawan, S.Pi.,M.Si . . hehe :D YukKksss Belajar . . .!!!
SUB POKOK BAHASAN :
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (PENDAHULUAN)
1. Pengertian
·         Tumbuhan adalah sesuatu yang sifatnya hidup dan bertambah besar atau berkembang yang mempunyai batang, akar da
un dan sebagainya serta mempunyai inti sel dan klorofil.
·         Tumbuhan Air adalah tumbuhan di air yang hidup mengapung, melayang atau di dasar perairan dengan siklus hidupnya hanya berada di air.
·         Gambar Hiburan Pemahaman
2. Grafik Tumbuahan Air berdasarkan Ukuran
3 Arti Penting Mempelajari Tumbuhan
   1. Berdasarkan Spesies (Individu)
  1. Mengenal secara spesifik spesies (individu) tertentu terutama siklus hidupnya
  2. Upaya pengembangan (budidaya) bioteknologi dan pelestarian lingkungan
  3. Sebagai sumber makanan alternatif
  4. Material obat-obatan dan makanan kesehatan
  5. Pengendalian populasi (fisik, kimia dan biologi)
2. Berdasarkan Komunitas
a. Sebagai fungsi ekologis (Biologi, kimiawi)
b. Sebagai fungsi fisik
c. Produktivitas Perairan
SUB POKOK BAHASAN :
PENGANTAR TUMBUHAN AIR (MORFOLOGI TUMBUHAN)
4. Pendekatan mengenai morfologi tumbuhan lebih dititikberatkan pada tumbuhan kormus. Kormus adalah tubuh tumbuh-tumbuhan yang hanya dimiliki oleh Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tumbuhan biji), sehingga dikelompokkan ke dalam Cormophyta  (tumbuhan kormus).
5. Kormus merupakan tubuh tumbuh-tumbuhan yang dengan nyata memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok : Akar (radix), batang (caulis) dan daun (folium).
6. Bagian lain pada tubuh tumbuh-tumbuhan dapat dianggap sebagai metamorfosis bagian-bagian pokok, misalnya :
o        Kuncup (gemma), bunga (flos) dan Umbi lapis (bulbus), merupakan metamorfosis batang dan daun
o        Duri (spina) merupakan metamorfosis dahan maupun daun
o        Alat pembelit (cirrhus) merupakan metamorfosis daun, dahan atau cabang
o        Umbi (tuber) merupakan metamorfosis batang
o        Rimpang (rhizoma) merupakan metamorfosis batang beserta daunnya
7.  AKAR (Radix)
Akar biasanya mempunyai sifat-sifat berikut :
  1. Mempunyai bagian tumbuhan yang  terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh kepusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop).
  2. Tidak berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
  3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan
  4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi tidak secepat pertumbuhan batang.
  5. Bentuk seringkali meruncing, hingga lebih mudah menembus tanah
Akar bagi tumbuhan mempunyai tugas, untuk :
  1. Memperkuat berdirinya tumbuhan
  2. Untuk menyerap air dan zat hara yang terlarut dalam air dari dalam tanah
  3. Mengangkut air dan zat hara ke bagian tumbuhan lainnya.
  4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk menimbun makanan.
8. KLASIFIKASI
KLASIFIKASI bertujuan untuk untuk menyederhanakan obyek studi itu pada dasarnya tidak lain daripada mencari keseragaman dan keanekaragaman.
Bertapa pun besarnya keanekaragamanyang dilihatkan oleh populasi, pastilah dapat kita temukan di antara warga populasi itu kesamaan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu.
Kesamaan-kesamaan  atau keseragaman  itulah yang dijadikan dasar dalam mengadaklan klasifikasi.




9. IDENTIFIKASI
Melakukan identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas (jati diri) suatu tumbuhan, yang dalam hal ini tidak lain daripada menetukan namanya yang benar dan tempat yang tepat dalam sistem klasifikasi.
Istilah identifikasi sering juga digunakan istilah DETERMINASI (bhs Belanda : determinasi = penentuan)
Mengidentifikasi suatu selalu menghadapi 2 kemungkinan :
  1. Tumbuhan yang akan diidentifikasi itu belum tentu dikenal dunia ilmu pengetahuan, belum tentu ada nama ilmiahnya, juga belum tentu tumbuhan itu berturut-turut dimasukkan di dalam kategori yang sama.
  2. Tumbuhan yang akan diidentifikasi itu sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, sudah ditentukan nama dan tempatnya dengan tepat dalam sistem klasifikasi.
SUB POKOK BAHASAN :
MANGROVE
10. UU No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan :
            HUTAN adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang dominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lannya tidak dapat dipisahkan.
            MENGROVE adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut, tetapi juga dapat tumbuh pada pantai karang, pada dataran koral mati yang diatasanya ditimbuni selapis tipis pasir atau lumpur (pantai berlumpur)
l  HUTAN MANGROVE merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur (Bengen, 2000).
11. Karakteristik Habitat
l  Umumnya tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir.
l  Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove.
l  Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat.
l  Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat
l  Air bersalinitas payau (2 – 22 permil hingga asin (mencapai 38 permil).
12. Karakteristik Habitat
l  Umumnya tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir.
l  Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove.
l  Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat.
l  Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat
l  Air bersalinitas payau (2 – 22 permil hingga asin (mencapai 38 permil).
13. Fungsi dan Manfaat Mangrove
l  Sebagai peredam gelombang dan angin badai, pelindung dari abrasi, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
l  Penghasil sejumlah besar detritus dari daun dan dahan pohon mangrove.
l  Daerah asuhan (nursery grounds), daerah mencari makan (feeding grounds) dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.
l  Penghasil kayu untuk konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang dan bahan baku kertas (pulp).
l  Pemasok larva ikan, udang dan biota laut lainnya.
l  Sebagai tempat pariwisata.
14. Jenis dan Zonasi Mangrove????
15. Terdapat 3 (tiga) karakteristik morfologi dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan mangrove???
16. Kerusakan Ekosistem Mangrove
Penyebab kerusakan mangrove :
Tekanan penduduk yang tinggi sehingga permintaan konversi mangrove juga semakin tinggi.
Perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pesisir di masa lalu bersifat sangat sektoral.
Kurangnya kesadaran “masyarakat” tentang konservasi dan fungsi ekosistem mangrove.
Kemiskinan masyarakat pesisir.
Dampak yang paling menonjol dari kerusakan ekosistem mangrove :
DAMPAK SECARA FISIK : (1) erosi pantai (2) kerusakan perumahan dan harta benda akibat badai (3) terjadi intrusi air laut.
DAMPAK SECARA EKOLOGIS dapat mengakibatkan penurunannya kesuburun perairan dan kualitas perairan pesisir.