Rangkuman Kuliah Saya
Syahidul Akbar, 2 November 2015

“”Metode Survei Sumberdaya Perairan”””

Dalam Perjalanan saya menempu Studi Saya Sangat bosan dengan yang namanya belajar dikelas, kecuali dengan beberapa alasan seperti cara penyampaian pengajar yang membuat saya betah dan tertarik Dll. Namun tidak berhenti disitu saya juga punya cara-cara tersendiri dalam belajar yang pada intinya bagaimnapun caranya saya harus bisa belajar dengan asik, menarik dan bahagia yang pastinya saya bisa menguasai materi bukan menghapalnya, oleh karena itu melalui blog ini saya mengajak para pembaca untuk berdiskusi online, jadi selain pemahaman kita menjadi luas. Kesalahan-kesalahn kita dalam memahami suatu hal bisa kita koreksi dari komentar-komentar atau shering kita di blog ini :D oke mungkin itu hnya sedikit pembukaan dari saya, Yukkkzz Belajar . . . .^_^

A.Metode Survey Sumberdaya Perairan? hal pertama yang harus kita pahami adalah apa itu metode Survey ?
1.     Metode Survey adalah cara, Tips atau Teknik untuk kita melakukan Suatu Tindakan Survey J Lalu apa itu Survey ? Survey adalah tindakan untuk mengetahui suatu keadaan, Kondisi, karekteristik sesuatu yang ingin kita datangi J Simpelnya : mau kuliah di Unmul lalu kita pergi ke Unmul ! :D untuk apa ? untuk mencari tau apa aja tentang unmul :D nah Sisanya di pahami sendiri aja apa itu metode Survei dari penjabaran Saya tadi :D Okke….
2.     Sumberdaya Perairn ? what the mean ? pertama Pahami dulu apa itu Sumberdaya ? Sumberdaya adalah Asal Kekayaan alam J itu simpelnya dari saya ^_^ jadi jika kalau kita ingin menghubungkannya dengan hal lain itu bakalan nyambung gays, contoh Sumberdaya manusia= manusia sebagai asal kekayaa alam, artinya sumberdaya manusia adalah menusia yang menjadi objeck suatu kekayaan alam, misalnya lagi :D Sumberdaya kepiting = Asal kekayaan alam kepiting, Artinya kepiting  sebgai kekayaan alam yang melimpah. Hehe . . .:D yh itu persepsi sy :D sisanya tinggal digabungin aja semuanya :D klw pemahaman kita perkata egk nyampung :D berarti persepsi kita salah :D menurut sy itu ja lh kuncinya

B.    Hal kedua yang harus kita pahami adalah apa tujuan dan manfaat melakukakn Survey ? J
Tujuan dari survey adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.
Kegunaan dari survei antara lain:
(1) Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
 (2) Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb;
 (3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
(4) Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; dan
(5) Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
Manfaat Survey
1. Segmentasi
    Dari hasil survery akan mengetahui segmen yang ingi d i Survey yang dituju yaitu pengelompokan yang ingin d i Survey Sehingga menjadi data awal untuk mengelompokan Suatu tindakan
2. Targeting
    Dari hasil survey akan diketahui  target yang ingi d i Survey yang dibidik dalam melaksanakan kegiatan yang ingi d i Survey,     agar tepat sasaran sesuai perencanaan. Selanjutnya Tentukan langkah-Langkah Selanjtnya
3. Positioning
Menentukan Posisi yang paling tepat dalam tindakan kegiatan setelah melakukan Survey
4. Fokus
    Dari hasil survey akan dapat difokuskan mengenai Target-Target Kegiatan
Tujuan dari survey adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.
Kegunaan dari survei antara lain: (1) Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada; (2) Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb; (3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa; (4) Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; dan (5) Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;

C.    Dan Selanjutnya apa saja macam-macam metode Survey ?
     1. Pendekatan Kualitatif
   a. Metode Etnografis
Metode etnografis ialah metode yang digunakan untuk menginterpretasi budaya, kelompok social dan suatu system masyarakat. Penelitian etnografi bertujuan untuk mendeskripsikan cara berpikir, adat, bahasa, kepercayaan dan prilaku hidup suatu masyarakat. Proses penelitian ini biasanya dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, dengan bentuk observasi dan wawancara alamiah dengan partisipan serta mengumpulkan dokumen atau benda-benda (artifak). Hasil akhir penelitian ini biasanya sangat komprehensif dan menggambarkan kompleksitas suatu kehidupan. Contoh penelitian dalam pendidikan : ” Pelaksanaan kurikulum Berbasis Kompetensi”.
b. Metode Historis
Historis / Sejarah ialah studi tentang masa lalu dengan menggunakan paparan dan penjelasan. Metode Historis ialah metode yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan , menilai, memverifikasi, dan mensintesis bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan dan dalam hubungan hipotesis tertentu [3].
Ciri khas penelitian historis ialah periode waktu : kegiatan, peristiwa, karakteristik, dan nilai-nilai dikaji dalam konteks waktu. Contoh penelitian ini misalnya : ” Manajemen Pembuatan Kurikulum Berbasis Kompetensi “
   c. Metode Fenomenologis
      Metode Fenomenologis ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang mencari arti dari pengalaman kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini ialah menemukan makna dari hal-hal yang esensi atau mendasar dari suatu pengalaman.Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dari partisipan.Hasil studi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pembaca tentang penghayatan kehidupan oranglain.
    d. Metode Studi Kasus
       Metode Studi Kasus ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan system”, baik itu berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat ataupun waktu. Penelitian ini diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna,dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Suatu kasus tidak dapat mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari populasi.Keismpulan sudi kasus hanya berlaku bagi kasus yang diteliti. Karena tiap kasus bersifat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Studi kasus memiliki beberapa kelemahan,antaralain[4]:
1. Sulit dibuat inferensi kepada populasi
2. Mudah dipengaruhi pandangan subjektif
Adapun keunggulan studi kasus ini ialah:
1. Dapat memberi hipotesis untuk penelitian lanjutan
2. Mendukung studi-studi besar dikemudian hari
3. Dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi
   e. Metode Teori Dasar
      Metode Teori Dasar ialah merode yang digunakan dalam penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu teori. Penelitian teori dasar harus melalui beberapa langkah penelitian, antaralain:
1. Peneliti memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
2. Permulaan penelitian dimulai dengan pernyataan dasar mengenai dunia empiris yang dimasuki lapangan
3. Peneliti harus menetapkan data apa yang akan diambil
4. Peneliti harus melakukan ekplorasi
5. Peneliti harus mampu melakukan inspeksi
6. Peneliti harus mampu menganalisa dan melakukan rekonstrsuksi penemuan untuk bangunan hipotesis barunya.
  f. Metode Studi Kritis
      Metode Studi kritis ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang berkembang dari teori kritis, feminis, ras dan pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bebrsifat subjective. Peneliti kritis memandang bahwa masyarakat terbentuk oleh orientasi kelas, status, ras ,suku bangsa,jenis kelamin, dll. Peneliti feminis memusatkan perhatiannya pada masalah jender, ras, sedangkan peneliti pascamodern memusatkan pada institusi social dan kemasyarakatan. Dalam penelitian kritis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain:
1. Peneltian kritis tidak bersifat deskrit.
2. Penelitian kritis menggunakan pendekatan studi kasus
2. Pendekatan Kuantitatif
    a. Metode Deskriptif
  Metode deskriptif ialah suatu metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yanga ada. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memberi uraian mengenai gejala social yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variable bedasarkan indicator yang diteliti tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variable yang lain. Tujuan metode deskriptif ini ialah:
1.Mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala.
2.Mengidentifikasi masalah dan memeriksa praktik yang berlaku.
3.Menetapkan keputusan apabila oranglain menghadapi situasi yang sama
Syarat penelitian deskriptif:
1.Peneliti harus memiliki sifat represif. Ia harus mencari,bukan menguji.
2.Peneliti harus memiliki kekuatan integrative.
3.Peneliti tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan variable
Contoh penelitian :” Kecerdasan Emosi Siswa SMA 1 Kab.Pelalawan Riau
b. Metode Komparatif
    Metode Komparatif ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variable ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistic untuk mencari perbedaan variable yang diteliti.
c. Metode Korelasional
Metode Korelasional ialah metode yang mencari hubungan atau korelasi diantara variable-variabel yang dicari.. Korelasi antara dua variable atau lebih dapat berupa, sebaaai berikut
1. Korelasi Positif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable meningkat, maka variable lain cenderung meningkat pula, atau sebaliknya bila salah satu variable turun, maka variable yang lain cenderung turun.
2. Korelasi Negatif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable meningkat, maka variable yang lain akan cenderung menurun, begitu pula sebaliknya.
3. Tidak ada Korelasi, yaitu kedua variable tidak menunjukkan adanya hubungn antara keduanya.
4. Korelasi sempurna, yaitu korelasi dimana kenaikan dan penurunan variable yang satu berbanding seimbang dengan yang lain.
Tujuan metode korelasional ini ialah untuk meneliti sejauh mana variable pada satu factor berkaitan dengan factor lainnya. Metode ini digunakan untuk:
1. Mengukur hubungan antar variable
2. Meramalkan variable tak bebas dari pengetahuan kita tentang variable bebas
3. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental
   d. Metode Survey
 Metode Survey ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan dalam pengamatan langsung terhadap suatu gejala dalam populasi besar atau kecil. Proses penelitian survey merupakan suatu fenomena social dalam bidang pendidikan yang menarik perhatian peneliti. Penelitian survey menggambarkan proses transformasi komponen informasi ilmiah, yakni [5]:
f. Metode Ekpos Fakto
Metode Ekpos Fakto ialah metode yang digunakan dalama penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable tertentu mengakibatkan variable tertentu. Umpamanya : peningkatan pengetahuan tentang gizi pada ibu hamil menyebabkan kesehatan bayi meningkat. Penelitian ekpos fakto ini dapat dilakukan dengan baik bila dengan menggunakan kelompok pembanding.
  g. Metode Tindakan
      Metode Tindakan ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan pada pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Contohnya guru mengadakan pemecahan masalah terhadap masalah-masalah yang ada dalam kelas.
C. Manfaat Metode Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahuinya metode penelitian ini ialah [6]:
1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
2. Menilai hasil-hasil penelitian
3. Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptic, analitik, kritik dan kreatif
4. Dapat digunakan untuk skripsi, tesis dan research.

D.   Bagaimana langkah-langkah melakukan Suatu metode Survey Transeck?
Cara kerja pada pratikum kali ini menggunakan prosedur Kathiresan (1999) yaitu  sebagai berikut :
1.      Koordinat stasiun pengamatan dicatat dan diperoleh dengan menggunakan GPS.
2.      Pada setiap stasiun pengamatan, ditetapkan transek garis dari arah laut ke arah darat. Tegak lurus garis pantai sepanjang zonasi hutan mangrove.
3.      Plot berukuran 10 m x 10 m diletakkan secara acak disisi kiri dan kanan sepanjang garis transek. Pada setiap plot dihitung jumlah pohon Subplot dengan ukuran  5 m x 5 m digunakan untuk menghitung anakan dan semai.
4.      Perhitungan jumlah pohon, anakan dan semai dalam plot disesuaikan dengan jenis spesiesnya.
5.      Kategori pohon diameter batang yang diukur adalah lebih besar atau sama dengan 10 cm, sedangkan kategori anakan diameter batang adalah lebih kecil dari 2-10 cm, tinggi lebih dari 1,5 m. Kategori semai diameter batang yang diukur adalah lebih kecil 2cm, tinggi jenis kurang dari1,5 m.
6.      Untuk identifikasi menggunakan “Mangrove Guide for South Easr Asia” (Giesen et al.,2006).
7.      Lakukan pengamatan jenis subtrat/media tumbuh vegetasi (lumpur,lumpur bepasir, pasir atau lempung)
8.      Ukur salinitas subtrat dengan cara memeras subtract menggunakan kain dengan cara meneteskannya pada hendrefrakto.
9.      Lakukan pengamatan tentang pumpun atau cacing mangrove yang berasosiasi dengan lingkungan  vegetasi mangrove ( amati, ambil gamabr tentang bentuk liang atau sarang, gambar bentuk cacingnya dan catat jumlah dalam 1 x 1 meter didalam kuadaran pengamatan mangrove)
E.    Manta Tow Survei
Teknik ini digunakan untuk mengamati perubahan dalam komunitas bentik di terumbu karang.
Manta Tow Survey digunakan untuk mengamati lokasi dengan area yang cukup luas, misal : hamparan karang (reef flat).
Untuk teknik ini pengamat menggunakan manta board (papan bidang; 600x400x20 mm) kemudian diberi tali dan ditarik dengan motorboat (jarak aman = 17 m).


Kerugian Metode Manta Tow Survei
1.Survey dapat dilakukan melalui bagian yang tidak sempurna dari karang (contoh areal berpasir yang luas atau perairan yang dalam karena bagian tow dikontrol oleh penyelam yang mengamati karang dari permukaan).
2.Jika hewan yang tidak teramati maka mereka terabaikan.
3.Pengamat harus mempunyai kemampuan untuk mengingat informasi yang banyak, khususnya jika beberapa variabel dicatat.
4.  Metode ini tidak cocok untuk daerah yang jarak pandangnya dekat (< 6m).  
Keuntungan Metode manta tow survei
1.  Areal terumbu karang yang luas dapat disurvey dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini mereduksi kemungkinan perubahan- perubahan populasi yang overlooking atau terganggu yang disebabkan oleh variabel ruang dan waktu seperti penangkapan ikan dengan dinamik, achantaster, bleaching dan badai.
2.  Relatif sederhana untuk melakukan pelatihan
3. Tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal dan khusus seperti yang digunakan oleh pengamat yang mempunyai kualifikasi khusus seperti peralatan scuba.
4.  Dapat dilakukan dalam lokasi yang berpindah dengan dukungan yang minimal.
5.  Pengamat dapat mencakup jarak yang luas tanpa lelah.

F. LINE INTERCEPT TRANSECT (LIT)
LIT digunakan untuk menentukan / mengetahui komunitas bentik sessile di terumbu karang.
Komunitas tersebut dicirikan dengan kategori life form (LF) dan dapat menggambarkan morfologi komunitas karang. Kategori tersebut dicatat pada data site oleh divers yang mengamati sepanjang line yang ditempatkan secara paralel pada reef crest (permukaan karang) pada kedalaman tertentu. Jika memungkinkan pengamatan karang dilakukan setiap tahun atau setiap dua tahun terakhir.
Manfaat

1.   LIT memudahkan pengumpulan informasi yang banyak oleh orang dengan pengalaman yang terbatas dalam identifikasi komunitas bentik terumbu karang.
2.   LIT dapat lebih nyata dan merupakan metode sampling yang efisien untuk mengisi / memperoleh data persen penutupan.

3.   Membutuhkan peralatan yang kecil dan relatif lebih sederhana.
Kelemahan

1.  Sulit untuk menstandarisasi beberapa kategori life form.
2.  Objek terbatas pada pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada data persentase penutupan atau kelimpahan relatif.
3.  Tidak tepat untuk mengakses pertanyaan-pertanyaan demografis berkaitan dengan pertumbuhan, rekruitment atau mortalitas.
4.  Meskipun LIT dapat memberikan informasi yang detail tentang pola spasial tetapi tidak dapat memberikan informasi yang tepat pada perubahan temporal