Rangkuman
Kuliah Saya
“”Metode Survei
Sumberdaya Perairan”””
Dalam Perjalanan saya
menempu Studi Saya Sangat bosan dengan yang namanya belajar dikelas, kecuali
dengan beberapa alasan seperti cara penyampaian pengajar yang membuat saya
betah dan tertarik Dll. Namun tidak berhenti disitu saya juga punya cara-cara
tersendiri dalam belajar yang pada intinya bagaimnapun caranya saya harus bisa
belajar dengan asik, menarik dan bahagia yang pastinya saya bisa menguasai
materi bukan menghapalnya, oleh karena itu melalui blog ini saya mengajak para
pembaca untuk berdiskusi online, jadi selain pemahaman kita menjadi luas.
Kesalahan-kesalahn kita dalam memahami suatu hal bisa kita koreksi dari
komentar-komentar atau shering kita di blog ini :D oke mungkin itu hnya sedikit
pembukaan dari saya, Yukkkzz Belajar . . . .^_^
A.Metode Survey Sumberdaya Perairan? hal pertama yang harus
kita pahami adalah apa itu metode Survey ?
1. Metode Survey adalah
cara, Tips atau Teknik untuk kita melakukan Suatu Tindakan Survey J Lalu apa itu Survey ? Survey adalah
tindakan untuk mengetahui suatu keadaan, Kondisi, karekteristik sesuatu yang
ingin kita datangi J Simpelnya : mau kuliah
di Unmul lalu kita pergi ke Unmul ! :D untuk apa ? untuk mencari tau apa aja
tentang unmul :D nah Sisanya di pahami sendiri aja apa itu metode Survei dari
penjabaran Saya tadi :D Okke….
2. Sumberdaya Perairn ? what
the mean ? pertama Pahami dulu apa itu Sumberdaya ? Sumberdaya adalah Asal
Kekayaan alam J itu simpelnya dari saya
^_^ jadi jika kalau kita ingin menghubungkannya dengan hal lain itu bakalan
nyambung gays, contoh Sumberdaya manusia= manusia sebagai asal kekayaa alam,
artinya sumberdaya manusia adalah menusia yang menjadi objeck suatu kekayaan
alam, misalnya lagi :D Sumberdaya kepiting = Asal kekayaan alam kepiting,
Artinya kepiting sebgai kekayaan alam
yang melimpah. Hehe . . .:D yh itu persepsi sy :D sisanya tinggal digabungin
aja semuanya :D klw pemahaman kita perkata egk nyampung :D berarti persepsi
kita salah :D menurut sy itu ja lh kuncinya
B. Hal kedua yang harus kita
pahami adalah apa tujuan dan manfaat melakukakn Survey ? J
Tujuan
dari survey adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan
menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi
itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.
Kegunaan dari survei antara lain:
Kegunaan dari survei antara lain:
(1)
Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
(2) Mencari keterangan secara faktual dari
suatu kelompok, daerah dsb;
(3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn
terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
(4)
Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara
sampel; dan
(5)
Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
Manfaat Survey
1. Segmentasi
Dari hasil survery akan mengetahui
segmen yang ingi d i Survey yang dituju yaitu pengelompokan yang ingin d i
Survey Sehingga menjadi data awal untuk mengelompokan Suatu tindakan
2. Targeting
Dari hasil survey akan
diketahui target yang ingi d i Survey yang dibidik dalam melaksanakan
kegiatan yang ingi d i Survey, agar tepat sasaran
sesuai perencanaan. Selanjutnya Tentukan langkah-Langkah Selanjtnya
3. Positioning
Menentukan Posisi yang paling tepat dalam tindakan kegiatan
setelah melakukan Survey
4. Fokus
Dari hasil survey akan dapat
difokuskan mengenai Target-Target Kegiatan
Tujuan dari survey
adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan
menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada
metode yang digunakan dalam survei.
Kegunaan dari survei antara lain: (1) Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada; (2) Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb; (3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa; (4) Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; dan (5) Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
Kegunaan dari survei antara lain: (1) Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada; (2) Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb; (3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa; (4) Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; dan (5) Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
C. Dan Selanjutnya apa saja
macam-macam metode Survey ?
1. Pendekatan Kualitatif
a. Metode Etnografis
Metode etnografis
ialah metode yang digunakan untuk menginterpretasi budaya, kelompok social dan
suatu system masyarakat. Penelitian etnografi bertujuan untuk mendeskripsikan
cara berpikir, adat, bahasa, kepercayaan dan prilaku hidup suatu masyarakat.
Proses penelitian ini biasanya dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup
lama, dengan bentuk observasi dan wawancara alamiah dengan partisipan serta
mengumpulkan dokumen atau benda-benda (artifak). Hasil akhir penelitian ini
biasanya sangat komprehensif dan menggambarkan kompleksitas suatu kehidupan.
Contoh penelitian dalam pendidikan : ” Pelaksanaan kurikulum Berbasis
Kompetensi”.
b. Metode Historis
Historis / Sejarah
ialah studi tentang masa lalu dengan menggunakan paparan dan penjelasan. Metode
Historis ialah metode yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara
sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan , menilai, memverifikasi, dan
mensintesis bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat
dipertahankan dan dalam hubungan hipotesis tertentu [3].
Ciri khas penelitian
historis ialah periode waktu : kegiatan, peristiwa, karakteristik, dan
nilai-nilai dikaji dalam konteks waktu. Contoh penelitian ini misalnya : ”
Manajemen Pembuatan Kurikulum Berbasis Kompetensi “
c. Metode Fenomenologis
Metode Fenomenologis ialah metode yang
digunakan dalam penelitian yang mencari arti dari pengalaman kehidupan.
Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap,
penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam
kehidupan. Tujuan penelitian ini ialah menemukan makna dari hal-hal yang esensi
atau mendasar dari suatu pengalaman.Penelitian ini dilakukan melalui wawancara
mendalam dari partisipan.Hasil studi ini diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman pembaca tentang penghayatan kehidupan oranglain.
d. Metode Studi Kasus
Metode Studi Kasus ialah metode yang
digunakan dalam penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan system”,
baik itu berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang
terikat oleh tempat ataupun waktu. Penelitian ini diarahkan untuk menghimpun data,
mengambil makna,dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Suatu kasus tidak
dapat mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari
populasi.Keismpulan sudi kasus hanya berlaku bagi kasus yang diteliti. Karena
tiap kasus bersifat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang
satu dengan yang lain. Studi kasus memiliki beberapa kelemahan,antaralain[4]:
1. Sulit dibuat inferensi
kepada populasi
2. Mudah dipengaruhi
pandangan subjektif
Adapun keunggulan studi kasus ini ialah:
1. Dapat memberi
hipotesis untuk penelitian lanjutan
2. Mendukung studi-studi besar dikemudian hari
3. Dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi
e. Metode Teori Dasar
Metode Teori Dasar ialah merode yang
digunakan dalam penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguatan
suatu teori. Penelitian teori dasar harus melalui beberapa langkah
penelitian, antaralain:
1. Peneliti memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
2. Permulaan penelitian dimulai dengan pernyataan dasar mengenai
dunia empiris yang dimasuki lapangan
3. Peneliti harus menetapkan data apa yang akan diambil
4. Peneliti harus melakukan ekplorasi
5. Peneliti harus mampu melakukan inspeksi
6. Peneliti harus mampu menganalisa dan melakukan rekonstrsuksi
penemuan untuk bangunan hipotesis barunya.
f. Metode Studi Kritis
Metode Studi kritis ialah metode yang
digunakan dalam penelitian yang berkembang dari teori kritis, feminis, ras
dan pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bebrsifat
subjective. Peneliti kritis memandang bahwa masyarakat terbentuk oleh orientasi
kelas, status, ras ,suku bangsa,jenis kelamin, dll. Peneliti feminis memusatkan
perhatiannya pada masalah jender, ras, sedangkan peneliti pascamodern
memusatkan pada institusi social dan kemasyarakatan. Dalam penelitian kritis,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain:
1. Peneltian kritis tidak
bersifat deskrit.
2. Penelitian kritis
menggunakan pendekatan studi kasus
2. Pendekatan Kuantitatif
a. Metode
Deskriptif
Metode deskriptif ialah suatu metode
penelitian yang digunakan dalam Penelitian deskriptif untuk menggambarkan
fenomena yanga ada. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memberi
uraian mengenai gejala social yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang
nilai variable bedasarkan indicator yang diteliti tanpa membuat hubungan dan
perbandingan dengan sejumlah variable yang lain. Tujuan metode deskriptif ini
ialah:
1.Mengumpulkan
informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala.
2.Mengidentifikasi
masalah dan memeriksa praktik yang berlaku.
3.Menetapkan keputusan
apabila oranglain menghadapi situasi yang sama
Syarat penelitian
deskriptif:
1.Peneliti harus
memiliki sifat represif. Ia harus mencari,bukan menguji.
2.Peneliti harus
memiliki kekuatan integrative.
3.Peneliti tidak
mengadakan manipulasi atau pengubahan variable
Contoh penelitian :”
Kecerdasan Emosi Siswa SMA 1 Kab.Pelalawan Riau
b. Metode Komparatif
Metode Komparatif ialah metode yang
digunakan dalam penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua
variable ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini
tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan
mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistic
untuk mencari perbedaan variable yang diteliti.
c. Metode Korelasional
Metode
Korelasional ialah metode yang mencari hubungan atau korelasi diantara
variable-variabel yang dicari.. Korelasi antara dua variable atau lebih dapat
berupa, sebaaai berikut
1. Korelasi Positif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable
meningkat, maka variable lain cenderung meningkat pula, atau sebaliknya bila
salah satu variable turun, maka variable yang lain cenderung turun.
2. Korelasi Negatif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable
meningkat, maka variable yang lain akan cenderung menurun, begitu pula
sebaliknya.
3. Tidak ada Korelasi, yaitu kedua variable tidak menunjukkan
adanya hubungn antara keduanya.
4. Korelasi sempurna, yaitu korelasi dimana kenaikan dan penurunan
variable yang satu berbanding seimbang dengan yang lain.
Tujuan metode
korelasional ini ialah untuk meneliti sejauh mana variable pada satu factor
berkaitan dengan factor lainnya. Metode ini digunakan untuk:
1. Mengukur hubungan antar variable
2. Meramalkan variable tak bebas dari pengetahuan kita tentang
variable bebas
3. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental
d. Metode
Survey
Metode Survey ialah metode yang digunakan
dalam penelitian yang dilakukan dalam pengamatan langsung terhadap suatu gejala
dalam populasi besar atau kecil. Proses penelitian survey merupakan suatu
fenomena social dalam bidang pendidikan yang menarik perhatian peneliti.
Penelitian survey menggambarkan proses transformasi komponen informasi ilmiah,
yakni [5]:
f. Metode Ekpos Fakto
Metode
Ekpos Fakto ialah metode yang digunakan dalama penelitian yang meneliti
hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya hubungan
sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable tertentu
mengakibatkan variable tertentu. Umpamanya : peningkatan pengetahuan tentang
gizi pada ibu hamil menyebabkan kesehatan bayi meningkat. Penelitian ekpos
fakto ini dapat dilakukan dengan baik bila dengan menggunakan kelompok
pembanding.
g. Metode
Tindakan
Metode
Tindakan ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan pada
pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan
proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Contohnya guru mengadakan pemecahan
masalah terhadap masalah-masalah yang ada dalam kelas.
C. Manfaat Metode Penelitian
Manfaat yang dapat
diperoleh dengan mengetahuinya metode penelitian ini ialah [6]:
1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
2. Menilai hasil-hasil penelitian
3. Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptic, analitik,
kritik dan kreatif
4. Dapat digunakan untuk skripsi, tesis dan research.
D. Bagaimana langkah-langkah
melakukan Suatu metode Survey Transeck?
Cara kerja pada pratikum kali
ini menggunakan prosedur Kathiresan (1999) yaitu sebagai berikut :
1.
Koordinat stasiun pengamatan dicatat dan
diperoleh dengan menggunakan GPS.
2.
Pada setiap stasiun pengamatan, ditetapkan
transek garis dari arah laut ke arah darat. Tegak lurus garis pantai sepanjang
zonasi hutan mangrove.
3.
Plot berukuran 10 m x 10 m diletakkan secara
acak disisi kiri dan kanan sepanjang garis transek. Pada setiap plot dihitung
jumlah pohon Subplot dengan ukuran 5 m x
5 m digunakan untuk menghitung anakan dan semai.
4.
Perhitungan jumlah pohon, anakan dan semai
dalam plot disesuaikan dengan jenis spesiesnya.
5.
Kategori pohon diameter batang yang diukur
adalah lebih besar atau sama dengan 10 cm, sedangkan kategori anakan diameter
batang adalah lebih kecil dari 2-10 cm, tinggi lebih dari 1,5 m. Kategori semai
diameter batang yang diukur adalah lebih kecil 2cm, tinggi jenis kurang dari1,5
m.
6.
Untuk identifikasi menggunakan “Mangrove Guide for South Easr Asia”
(Giesen et al.,2006).
7.
Lakukan pengamatan jenis subtrat/media tumbuh
vegetasi (lumpur,lumpur bepasir, pasir atau lempung)
8.
Ukur salinitas subtrat dengan cara memeras
subtract menggunakan kain dengan cara meneteskannya pada hendrefrakto.
9.
Lakukan pengamatan tentang pumpun atau cacing
mangrove yang berasosiasi dengan lingkungan
vegetasi mangrove ( amati, ambil gamabr tentang bentuk liang atau
sarang, gambar bentuk cacingnya dan catat jumlah dalam 1 x 1 meter didalam
kuadaran pengamatan mangrove)
E. Manta Tow Survei
Teknik ini digunakan untuk mengamati perubahan dalam
komunitas bentik di terumbu karang.
Manta Tow Survey digunakan untuk mengamati lokasi
dengan area yang cukup luas, misal : hamparan karang (reef flat).
Untuk teknik ini pengamat menggunakan manta board
(papan bidang; 600x400x20 mm) kemudian diberi tali dan ditarik dengan motorboat
(jarak aman = 17 m).
Kerugian Metode Manta Tow Survei
1.Survey
dapat dilakukan melalui bagian
yang tidak sempurna dari karang (contoh
areal berpasir
yang luas atau perairan
yang dalam karena bagian
tow dikontrol oleh penyelam
yang mengamati karang dari permukaan).
2.Jika hewan
yang tidak teramati maka mereka terabaikan.
3.Pengamat harus mempunyai kemampuan untuk mengingat informasi
yang banyak, khususnya jika beberapa variabel dicatat.
4. Metode ini tidak cocok untuk daerah
yang jarak pandangnya dekat
(< 6m).
Keuntungan Metode manta tow survei
1. Areal terumbu karang yang luas dapat disurvey dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini mereduksi kemungkinan perubahan- perubahan populasi yang overlooking atau terganggu yang disebabkan oleh variabel ruang dan waktu seperti penangkapan ikan dengan dinamik, achantaster, bleaching dan badai.
2. Relatif sederhana untuk melakukan pelatihan
3. Tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal dan khusus seperti yang digunakan oleh pengamat yang mempunyai kualifikasi khusus seperti peralatan scuba.
4. Dapat dilakukan dalam lokasi yang berpindah dengan dukungan yang minimal.
5.
Pengamat dapat mencakup jarak yang luas tanpa lelah.
F. LINE INTERCEPT TRANSECT (LIT)
F. LINE INTERCEPT TRANSECT (LIT)
LIT digunakan untuk menentukan / mengetahui komunitas bentik sessile di terumbu karang.
Komunitas tersebut dicirikan dengan kategori life form (LF) dan dapat menggambarkan morfologi komunitas karang. Kategori tersebut dicatat pada data site oleh divers yang mengamati sepanjang line yang ditempatkan secara paralel pada reef crest (permukaan karang) pada kedalaman tertentu. Jika memungkinkan pengamatan karang dilakukan setiap tahun atau setiap dua tahun terakhir.
Manfaat
1. LIT memudahkan pengumpulan informasi yang banyak oleh orang dengan pengalaman yang terbatas dalam identifikasi komunitas bentik terumbu karang.
2. LIT dapat lebih nyata dan merupakan metode sampling yang efisien untuk mengisi / memperoleh data persen penutupan.
3. Membutuhkan peralatan yang kecil dan relatif lebih sederhana.
Kelemahan
1. Sulit untuk menstandarisasi beberapa kategori life form.
2. Objek terbatas pada pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada data persentase penutupan atau kelimpahan relatif.
3. Tidak tepat untuk mengakses pertanyaan-pertanyaan demografis berkaitan dengan pertumbuhan, rekruitment atau mortalitas.
4. Meskipun LIT dapat memberikan informasi yang detail tentang pola spasial tetapi tidak dapat memberikan informasi yang tepat pada perubahan temporal
0 Komentar